Bengkulu Bangun Museum Diorama Fatmawati Soekarno

BENGKULU, BENGKULUEKSPRESS.COM – Museum Diorama Fatmawati Soekarno akan dibangun di Provinsi Bengkulu. Museum Ibu Negara Fatmawati dan Presiden Pertama Indonesia Soekarno itu akan dibangun oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Bengkulu bekerjasama dengan Yayasan Fatmawati Soekarno.

Kepala DPK Provinsi Bengkulu H Meri Sasdi MPd mengatakan, pihaknya telah melalukan rapat dengan Yayasan Fatmawati Soekarno terkait rencana pembangunan Museum Diorama Fatmawati Soekarno pertama di Provinsi Bengkulu.

“Hasil rapat sementara, rencana Museum ini akan di bangun di kawasan wisata Pantai Panjang Bengkulu,” terang Meri kepada BE, kemarin (21/7).

Diterangkannya, pembangunan Museum Diorama itu menampilkan miniatur tiga dimensi untuk menggambarkan suatu adegan perjuangan Ibu Negara Fatmawati dan Presiden Pertama Indonesia Soekarno di Provinsi Bengkulu. Simulasi yang ditampilkan itu model pendidikan atau sekolah Fatmawati Soekarno semasa kecil dan sekolah satu atap.

“Nanti akan dibangun areal playground untuk kawasan museum. Lalu ada juga thema park, kawasan bermain yang terintegritas dengan museum dan diorama dalam satu kawasan,” tambahnya.
Untuk membangun Museum Diorama Fatmawati Soekarno itu, diperkirakan membutuhkan lahan seluas 6,5 hektare. Kebutuhannya seperti lahan kawasan plaza 2 hektare, area sekolah 1 hektare, kawasan theme parks dan warterboom 3,5 hektare. Lokasi lahan nantinya akan disiapkan oleh Pemprov Bengkulu.

“Kita masih terus susun, untuk memfinalisasi rencana ini,” ujar Meri.
Meri mengatakan, kawasan Museum Diorama Fatmawati Soekarno dan thema park ini menjadi kawasan berbayar. Maka dalam pembangunannya memerlukan penanaman investasi. Jika jadi dibangun, juga akan memiliki dampak strategis untuk pengembangan kawasan wisata Pantai Panjang Bengkulu.

“Wisata Pantai Panjang akan semakin menarik dikunjungi,” ungkapnya.
Meri menegaskan, ide akan membangun Museum Diorama Fatmawati Soekarno itu, karena DPK Provinsi saat ini tidak hanya sekedar tugas dan fungsi pelayanan kepustakaan dan kearsipan saja. Namun memiliki peran penting dan strategis menjadi inovator menuju sebuah perubahan transformasi peradaban di Era 4.0 atau 5.0.

“Tentu yang kita lakukan ini untuk tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah bangsa dan penghormatan yang mulia kepada Pejuang Patriot Merah Putih & Ibu Negara Pertama RI sebagai Ibu agung Fatmawati Soekarno,” pungkasnya. (151)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*