Bayi Korban Aborsi Meninggal Dunia

IST/BE – Unit Tipiter Satreskrim Polres Bengkulu saat melakukan identifikasi terhadap dugaan praktik aborsi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Bayi yang lahir dari rahim seorang mahasiswa di Bengkulu akhirnya meningga dunia pasca mendapatkan perawatan dari pihak medis salah satu rumah sakit di Kota Bengkulu.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Welliwanto Malau, bayi berjenis kelamin laki-laki yang lahir secara prematur di toilet rumah sakit tersebut dinyatakan meninggal dunia pada Senin (27/6) sekira pukul 13.27 di rumah sakit Raflesia Kota Bengkulu

Sebelumnya bayi yang merupakan hasil dari hubungan gelap sepasang kekasih berinisial TY (18) dan WI (18) ini dilakukan upaya aborsi dengan meminum obat tanpa izin atau resep dokter.

“Bayi tersebut saat ini sudah meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan dari pihak medis pasca lahir pada (26/6) kemarin,” sampai AKP Welliwanto Malau.

Lebih lanjut, saat ini pihak kepolisian Satreskrim Polres Bengkulu masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku TY (18) yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sedangkan untuk pelaku perempuan berinisial WI (18) masih belum dapat dilakukan pemeriksaan lantaran masih menjalani perawatan di rumah sakit pasca lahiran.

Kendati demikian, keduanya telah melanggar undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan bahwa setiap orang dilarang melakukan aborsi dan dikenakan pasal 53 KUHP tentang percobaan pembunuhan.

“Untuk pelaku laki-laki sudah kita amankan dan tetapkan tersangka. Sedangkan pelaku perempuan WI (18) masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami pendarahan pasca lahiran,” kata AKP Welliwanto Malau.

Kronologis sebelumnya, kedua pasangan kekasih TY dan WI melakukan hubungan gelap dan mengandung bayi berusia 7 bulan. Kemudian keduanya menginap disebuah Losmen dikawasan Sukamerindu Kota Bengkulu untuk melakukan aborsi dengan cara meminum obat tanpa izin atau tanpa resep dokter.

Setelah praktik aborsi dilakukan oleh kedua pasangan ini, WI merasakan kontraksi akibat obat yang diminum saat berada di Losmen yang kemudian harus dirujuk ke Rumah Sakit Rafflesia untuk mendapatkan penanganan medis.

Selanjutnya dari efek obat itu, WI harus dibawa ke rumah sakit. Saat di rumah sakit, WI pergi ke toilet untuk membuang air kecil. Disaat itulah bayi dalam kandungan yang berusia 7 bulan lahir. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*