Bando Tawarkan Solusi Jadi Kaya

Datangi DPRD, Presentasikan Ide

BENGKULU, BE – Mantan Bupati Kepahiang Bando Amin C Kader secara khusus mendatangi Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Kedatangan pengusaha sekaligus politisi senior yang baru bergabung ke Partai Golkar itu disambut oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP. Bando Amin datang untuk menawarkan ide dan gagasannya membuat masyarakat Bengkulu menjadi kaya. Ide yang ditawarkan itu dengan konsep bertanam Valupi atau vanili, alpukat, umbi, pinang dan kopi.

“Modalnya cuma lahan 1 hektar, hasilnya pertanian itu bisa mendapatkan ratusan juta dalam satu tahunnya,” ujar Bando saat melakukan presentasi di Ruang Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin (15/6).

Dijelaskannya, konsep bertanam valupi itu, hanya bermodal lahan 1 hektar. Lahan satu hektar itu, bisa ditanamai sekaligus vanili, alpukat, umbi, pinang dan kopi. Sebab, 5 jenis tanaman itu memiliki nilai jual tinggi. Hasilnya pun bisa dinikmati setiap hari.

“Di lahan 1 hektar, pinang itu bisa ditanam di pinggir lahan dengan jarak 1 meter. Artinya dengan lahan 1 hektar itu bisa ditanam 400 batang. Pinang itu harganya Rp 10 ribu perkilo, jika dikali 400 kg atau 1 batang 1 kg dalam 1 tahun, hasilnya sampai Rp 48 juta. Itu baru dari pinang,” ungkapnya.

Kemudian menurut Bando, lahan didalamnya bisa ditanam dengan batang alpukat. Dalam satu hektare, batang alpukat bisa ditanam sampai 300 batang. Jika dalam satu tahun menghasilkan Rp 1 juta perbatang pertahun, maka dikali 300 batang penghasilan satu tahun bisa sampai Rp 300 juta.

“Lalu vanili, itu bisa ditanam dengan jarak 1,5 meter antara pohon alpukat. 1 hektare itu bisa menanam 1.000 batang vanili. Hasil 1 tahun itu bisa sampai 2 ribu kg. Harganya 1 kg sekarang itu sampai Rp 200 ribu, maka dalam satu tahun bisa dapat Rp 400 juta,” beber Bando.

Jika ditotal, Bando mengatakan, hanya dengan 1 hektar menanam tiga tanaman yaitu vanili, alpucat dan pinang saja. Maka satu tahun, bisa mendapatkan penghasilan mencapai Rp 748 juta.

“Lalu untuk makan sehari-harinya apa? Nah kita bisa menanam umbi. Hasil umbi itu bisa dijual untuk kebutuhan makan sehari-hari,” terangnya.

Bagi Bando, ide dan gagasannya ini hanya butuh kemauan dan ketekunan saja. Sebab untuk modal awal itu diluar lahan bisa sampai Rp 150 juta. Modal itu bisa diambil dari pinjaman KUR. Jika belum cukup, maka bisa menanam dengan modal yang terjangku. Sebab seperti pinang itu bibitnya cuma Rp 5 ribu perbatang, vanili Rp 3,5 ribu perbatang, alpukat Rp 50 ribu perbatang, umbi Rp 10 ribu perkarung.

“Semua tanaman ini rentan penyakit, asal bisa merawatnya. Jika dibanding menanam lain, modal lahan 1 hektar itu kita tidak akan kaya-kaya. Seperti menanam sawit, ataupun karet,” ujar Bando.

Bando mengatakan, cara-cara seperti ini tentu harus mendapatkan edukasi kepada masyarakat. Agar masyarakat bisa berfikir luar, dengan tentunya bisa mendapatkan penghasilan meningkat. Tidak seperti saat ini, banyak masyarakat hanya menanam tanaman dengan modal besar tapi hasilnya kecil.

“Kita siap melalui Yayasan, memberikan edukasi, informasi bibit, membeli hasil pertaniannya, membimbing hingga mendapatkan hasilnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu Dempo Xler SIP MAP sangat mengapresiasi kedatangan Bando Amin dengan membawa ide dan gagasn hebat untuk masyarakat Bengkulu. Sebab tidak hanya memberikan solusi bertani, namaun juga mengedukasi hingga siap membeli hasil pertaniannya.

“Tujuannya tidak lain, untuk memberantas generasi galau karena buntu (tindak punya uang. Solusi yang ditawarkan ini patut untuk dicoba,” tutur Dempo.

DPRD, menurut Dempo akan mendukung gagasan dan ide yang diberikan oleh Mantan Bupati Kepahiang itu. Jika perlu kedepan, akan dibuat pelatihan untuk mengedukasi anak-anak muda Bengkulu. Sehingga bisa berkarya, tentu harapannya bisa kaya.

“Kita dukung, anak-anak muda Bengkulu perlu tau cara ini. Semua masyarakat perlu balajar bertani dengan hasil besar,” tutupnya. (151/prw)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*