Bandar Arisan Online di Rejang Lebong Bawa Kabur Uang Hingga Rp 5 M

TRI/BE – Korban arisan online yang melapor ke Mapolda Bengkulu

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Tindak penggelapan uang dengan modus arisan online kembali terjadi. Kamis sore (30/6) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu kembali didatangi dengan puluhan perempuan yang diduga menjadi korban arisan online.

Disampaikan salah satu korban berinsial NT, dirinya dan puluhan perempuan lainnya menjadi korban penggelapan uang arisan online oleh salah satu owner arisan online berisial Bu, warga Curup Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Ia menambahkan, kegiatan arisan online itu diikuti oleh 34 orang yang ada di Bengkulu. Dari 34 orang tersebut, baru 13 orang yang datang ke Polda Bengkulu untuk membuat laporan.

“Untuk korban se-kota Bengkulu ada 34 orang. Kalau yang melapor hari ini ada 13 orang. Sedangkan kalau total seluruhnya se-Indonesia yang ikut arisan itu ada 174 orang.

Masih kata NT, arisan online yang ia ikuti ini adalah arisan online dengan sistem overslot. Dimana setiap orang membayar Rp.1 juta perbulan dengan uang yang diterima nantinya Rp.10 juta. Namun setelah kegiatan arisan online ini berjalan beberapa bulan terjadi kemacetan dan dari pihak owner pun tidak memberikan penjelasan hingga saat ini.

Sementara itu, untuk total kerugian yang dialami oleh puluhan anggota arisan yang khusus di Kota Bengkulu itu mencapai ratusan juta rupiah. Sedangkan pihak owner hingga saat ini, tidak memilili itikad baik. Bahkan, saat didatangi dirumahnya, owner dan keluarganya sudah tidak tinggal dirumahnya tersebut.

“Kalau untuk se-Kota Bengkulu kerugian capai Rp.300 juta kalau se-Indonesia mencapai Rp. 5 miliar. Saat ini untuk owner sudah tidak bisa dihubungi dan sudah kabur bersama keluarganya,” tutup NT.

FOTO ARY/BE – Korban arisan online yang melapor ke Mapolres Rejang Lebong

Melapor Juga ke Polres Rejang Lebong

Selain ke Mapolda Bengkulu, ada juga warga di Kota Curup Kamis (30/6) melapor ke Polres Rejang Lebong. Salah satu korbannya Indra mengaku ia sudah 3 tahun mengikuti arisan dengan adminnya yang juga adalah Bu, warga Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Timur.

“Selama ini tidak pernah macet, namun kemarin mulai macet karena admin ini membuka arisan over slot,” terang Indra ditemui di Polres Rejang Lebong.

Dijelaskan Indra untuk ia sendiri selama ini mengikuti arisan bulanan dengan rentang mulai dari setoran Rp 5 juta, Rp 10 juta, Rp 15 juta dan Rp 20 juta. Dimana menurutnya dari setoran tersebut dalam jangka waktu beberapa bulan ia bisa menerima 2 kali lipat bahkan lebih tergantung dari promo yang diberikan sang admin.

Sementara itu, untuk sistem over slot sendiri, yaitu member bisa menggantikan member lain yang menunggak iuran arisan dengan iming-iming nanti akan mendapat uang yang sebelumnya telah disetorkan oleh member sebelumnya ditambah bonus.

“Kalau korbannya lebih dari 300 orang dengan kerugian yang telah kami hitung mencapai Rp 5 miliar,” akunya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dihimpun Bengkulu Ekspress, diketahui arisan yang dilakukan oleh B ini bodong setelah beberapa hari ini para member yang waktunya mendapat pembayaran dari B, saat didatangi kerumahnya ternyata B bersama keluarganya sudah tidak ada dirumah dan diduga telah kabur dengan membawa uang-uang para membernya.

Para member yang sempat menggeruduk rumah B akhirnya meminta pihak RT setempat untuk menutup atau menyegel paksa rumah B tersebut dengan mengunci pintu maupun jendelanya menggunakan kayu. Para korbannya bukan hanya warga Curup saja namun juga dari beberapa daerah termasuk ada TKW yang saat ini bekerja di Malaysia.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Tonny Kurniawan SIK melalui Kasat Reskrim AKP Sampson Sosa Hutapea SIK membenarkan bahwa sebagian korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rejang Lebong.

“Saat ini laporan para korban ini masih kita dalami untuk mengetahui modus dan berapa kerugian sebenarnya,” terang Sampson.

Diungkapkan Kasat, dari laporan sejumlah korban yang mendatangi Polres Rejang Lebong, mereka diiming-imingi oleh B untuk yang besar dari uang arisan yang mereka stor. Dan beberapa korban sebelumnya sempat mendapat keuntungan tersebut sehingga mereka banyak menarik korban lainnya hingga jumlah korbannya mencapai 320 orang.

“Kalau taksiran sementara kerugiannya mencapai Rp 2 miliar, bahkan bisa lebih,” paparnya.

Atas kejadian tersebut, Kasat Reskrim mengaku Polres Rejang Lebong berencana akan membuka posko pengaduan, agar memudahkan masyarakat yang menjadi korban untuk mealprokan serta memudahkan pihaknya untuk mendata korban hingga kerugiannya.(ARY/TRI)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*