Bakso Oyess, Gurih dan Kenyal

BENGKULU.BE– Siapa yang suka bakso? Makanan yang satu ini memang favoritnya masyarakat Indonesia. Umumnya, bakso terbuat dari daging sapi atau ayam yang dicampur dengan tepung tapioka. Dipadukan dengan kuah kaldu yang segar, bakso menjadi semakin lezat jika disantap saat hangat apa lagi jika di santap saat hujan.
Bicara soal bakso, popularitas makanan ini memang sudah tak perlu diragukan lagi. Mengingat hampir di seluruh wilayah Indonesia bakso menjadi kuliner yang mudah ditemukan. Bakso merupakan salah satu makanan nusantara yang menjadi hidangan favorit kapanpun dan di manapun, harganya juga sangat terjangkau bagi berbagai kalangan.
Disajikan dengan kualitas terbaik dengan menggunakan seperti olahan 100% daging sapi pilihan, dicampur sayur mayur dan rempah-rempah yang diproleh dari seluruh alam Indonesia yang mashur dan kaya raya. Salah satunya seperti Warung Bakso Oyes di Pagar dewa.


Pemilik Bakso Oyes’, Sisti mengatakan usaha bakso miliknya telah dimulai sejak tahun 2012. Berbeda dengan usaha bakso lainnya, Bakso Oyes menawarkan beragam aneka bakso mulai dari bakso upin ipin, bakso yess, bakso telur. Selain itu, bakso urat, bakso urat+telur, mie ayam, mie ayam telur, mie ayam bakso, mie ayam bakso urat/bakso telor mie ayam bakso yess.
Tersedia juga nasi goreng, nasi goreng udang, nasi goreng pete, nasi goreng ati ampela, nasi goreng+ayam goreng, kwetiau, capcay dan tersedia juga berbagai macam seblak,snack,minuman kekinian beraneka rasa.
Sisti mengatakan dalam satu bulan dirinya bisa menjual hingga 1000 mangkok bakso dan mie ayam. Sayangnya, adanya pandemi membuat omzet penjualannya sedikit menurun. “Biasanya menjual 1000 mangkok setiap bulan, baik itu bakso, mie ayam. Untuk pendapatan sekitar Rp 15 juta per bulan,” ujarnya,senin (25/11/21).
Saat pandemi seperti ini dampak yang terasa, omzet penjualan menurun. Namun, sisti mengatakan dirinya tak putus asa. Ia pun melakukan berbagai strategi dengan menghadirkan berbagai promo.
“Strategi yang diterapkan selama pandemi, pada saat PPKM awal kemarin kami mencoba membuka warung di rumah di mana Grab dan Gojek bisa mengambil ke rumah walaupun sudah larut malam. warung buka dari jam 9 pagi hingga jam 12 malam,” jelasnya.
Ia memulai usaha dimulai pada tahun 2012, dari usaha keluarga. Jatuh bangun untuk mendirikan usaha ini mulai dari tahun 2012, “mulai dari didorong menggunakan gerobak hingga saat ini memiliki tempat tetap,” ujarnya.(Nurul)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*