Alasan ART Baru Melapor karena Takut Digantung

TRI/BE – Korban saat mendatangi Bid Propam Polda Bengkulu menjalani pemeriksaan

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Terduga pelaku tindak penganiayaan yang merupakan oknum anggota polisi di Bengkulu sempat melakukan pengancaman terhadap mantan Asisten Rumah Tangganya (ART) saat melakukan penganiayaan.

Hal itu diungkapkan oleh korban Yesi Aprilia (20), sesaat sebelum menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Bengkulu pada Kamis siang (9/6).

Ia menuturkan, dirinya tak mampu berbuat banyak saat menerima tindakan penganiayaan yang dilakukan terduga pelaku berinisial BA pada dirinya. Korban hanya pasrah atas semua perbuatan yang dilakukan terduga pelaku pada dirinya.

Bukan tanpa alasan, Yesi yang menjadi korban penganiayaan ini menceritakan bahwa dirinya diancam akan digantung apabila mencoba lari dari rumah BA atau berteriak minta pertolongan pada warga sekitar.

“Sudah diancam duluan, ancamannya siap digantung kalau mau teriak atau lainnya,” kata Yesi pada bengkuluekspress.com

Mirisnya, perbuatan ini dilakukan sejak korban menjalani pekerjaan sebagai ART pada bulan Desember lalu. Tak hanya itu, korban pun tak mendapatkan gaji atau bayaran selama bekerja sebagai ART terduga pelaku.

Saat ditemui, kondisi korban Yesi dipenuhi luka bakar seperti tangan dan badannya. Dengan kondisi yang dialami Yesi saat ini, dirinya menolak untuk melakukan perdamaian terhadap terduga pelaku meminta pihak Polda Bengkulu untuk memproses secara hukum.

“Kita minta dihukum seberat-beratnya. Dia sempat minta damai tapi kita menolak untuk berdamai agar kasus ini terus diproses,” tutup Yesi. (TRI).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*