Agustus, Pembangunan Jalan Multiyears Enggano Dimulai 

Foto Suary/BE : Penandatanganan Serah Terima Sementara Jalan Enggano dari Pemprov kepada BPJN

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Bengkulu melakukan serah terima sementara ruas jalan di Pulau Enggano untuk dilakukan pembangunan jalan kepada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Menurut Gubernur Bengkulu DR. Rohidin Mersyah, MMA, serah terima ini penting agar nantinya proses pengerjaan oleh BPJN tidak terjadi tumpang tindih kewenangan, direncanakan akan dimulai bulan Agustus 2022.

“Serah terima sementara ini penting agar jelas pada saat pembangunan sepenuhnya kewenangan BPJN sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih, rencananya dimulai agustus ini,” ungkap Rohidin, Senin (13/6).

Rohidin juga menyampaikan pembangunan jalan oleh BPJN dikarenakan Pulau Enggano masuk kawasan strategis pertahanan nasional dan masuk wilayah terluar, terdepan dan terpencil (3 T) serta terbatasnya ruang fiskal Pemprov. “Dikarenakan Pulau Enggano masuk kawasan strategis pertahanan dan 3 T serta ruang fiskal kita yang terbatas,” sambungnya.

Kepala Balai BPJN Diantoro Murod menyampaikan rencana pembangunan ruas jalan dimulai dari Banjarsari – Malakoni – Kayuapu dengan panjang 32 KM dan 7 Jembatan yang pembiayaan sepenuhnya dari APBN senilai 174 Milliar.

“Anggaran murni dari APBN sebesar 174 M untuk pembangunan jalan sepanjang 32 Km dengan 7 jembatan,” ujar Diantoro.

Pembangunan ruas jalan tersebut diperkirakan selesai dalam waktu 5 tahun dengan tahap pertama pembangunan selama 3 tahun kemudian tahap pemeliharaan selama 2 tahun diperkirakan 2026 akan selesai. “Rencananya akan pembangunan ini 2022 sampai tahun 2026 rencana selesai jalan Enggano. Tahapan pengerjaan 3 tahun pengerjaan 2 tahun pemeliharaan jadi total 5 tahun,” jelas Diantoro.

Sedangkan material yang akan digunakan batu karang yang berasal dari kawasan setempat. Litbang Kementerian PUPR telah melakukan uji sampel sebanyak 3 kali dan dinyatakan layak dengan menggunakan model konstruksi lapis pondasi tanah semen.

“Material yang kita gunakan dari kawasan setempat jadi batu batu karang, hasil penelitian litbang dari PUPR yang telah melakukan pengambilan sampel sebanyak 3 kali dari kawasan tersebut bisa digunakan dengan jenis konstruksi lapis pondasi tanah semen,” tambah Diantoro.

Dinatoro juga menyampaikan bahwa akan melibatkan masyarakay setempat untuk memenuhi kebutuhan material dan meminta bantuan pihak Pemprov untuk hal tersebut.

“Dikarenakan izin galian C tidak mungkin, ada kemungkinan kami akan membeli material dari masyarakat dan meminta bantuan dengan Pemprov terkait hal tersebut,” tutup Diantoro.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*