98,22 Persen Warga Kaur Melek Huruf

BINTUHAN, bengkuluekspress.rakyatbengkulu.com – Angka melek huruf di wilayah Kabupaten Kaur hingga tahun 2019 terus meningkat dari tahun sebelumnya, dimana angka warga yang melek huruf atau bisa baca tulis yakni 98,22 persen dan warga yang buta huruf/aksara tinggal hanya 1,78 persen. Hal ini berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kaur tahun 2019.

“Jika dibandingkan data pada tahun 2018 lalu, angka melek huruf ini meningkat dan kini hanya 1,78 persen lagi warga Kaur yang tidak bisa baca tulis,” kata Kepala BPS Kaur Iin Inayati S ST MM, kemarin (25/8).

Dikatakannya, meningkatnya angka melek huruf ini menggambarkan jika warga Kaur makin sadar untuk memberikan pendidikan bagi anaknya minimal sampai bisa membaca dan menulis. Dimana buta huruf di daerah itu setiap tahun mengalami penurunan karena berbagai upaya pengentasan yang dilakukan pemerintah kabupaten. Untuk warga butuh huruf itu dikarenakan minimnya jumlah pengajar di daerah pegunungan. Dari hasil perbandingan, untuk satu sekolah di daerah pegunungan hanya terdapat satu tenaga pengajar.

“Paling banyak masyarakat yang butuh huruf ini di daerah pengunungan atau pelosok, karena mereka untuk mendapatkan pendidikan itu masih sulit, dan ini rata-rata butuh huruf sudah lanjut usia,” ujarnya.

Ditambahkannya, angka buta aksara di kalangan perempuan lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki. Ia berharap kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama dengan pemerintah pusat dalam penuntasan buta aksara yang tinggal 1,78 persen lagi.

“Kita berharap ditahun 2020 ini angka buta huruf ini makin menurun lagi dan kalu lihat sekarang masyarakat makin sadar untuk memberikan pendidikan bagi anaknya minimal sampai bisa membaca dan menulis,” jelasnnya.(irul)