70 % Jalan Kabupaten Rusak Berat

TALANG EMPAT, BE- Sekitar 70 % kondisi jalan kabupaten dan jalan penghubung, rusak parah. Itu ditandai fisik jalan yang kebanyakan belum dibangun sama sekali. Demikian disampaikan Kepala Dinas PU Benteng M Nazairin melalui Kabid Bina Marga Benni Irawan St di ruang kerja kemarin. “Untuk jalan kabupaten 70 % kondisinya belum dibangun. Sementara 30% sudah dibangun. Namun baru tahap pengoralan dan penetrasi, ” ujar Benni. Ditambahkannya, pembangunan jalan itu terganjal minimnya alokasi dana. Untuk pengerjaaan jalan idealnya dibutuhkan minimal dana Rp 100 miliar. Jumlah itu pun penyelesaian jalan baru tahap koral, yaitu untuk seluruh jalan kabupaten. “Kalaupun untuk pengerjaan jalan hingga tahap hotmix dibutuhkan biaya lebih dari itu,” jelas Benni. Dikatakan Benni, saat ini sudah banyak kecamatan yang mengajukan proposal meminta perbaikan jalan. Namun, kata Benni, tidak semua jalan yang diajukan kecamatan bisa direalisasikan mengingat keterbatasan dana tadi. Diungkapkannya, pengerjaan jalan kendati pun tahap pengoralan tetap memprioritaskan faktor kondisi jalan, yakni tingkat kebutuhan perbaikan jalan itu rusak berat atau ringan. Selain itu, tambahnya, juga memperhatikan lalu lintas harian (LLH) jalan. “Kalau lalu lintas jalan yakni pengguna jalan tersebut relatif sedikit tentu sulit untuk diprioritaskan. Kalau jalan tersebut berada di lokasi padat pengguni, atau jalan tersebut menjadi alternatif jalan utama maka akan lebih diprioritaskan,” jelas Benni.Dilanjutkannya, pengerjaan jalan saat ini lebih mengutamakan jalan perkantoran, karena hal itu menjadi PR utama Dinas PU. Benni menjelaskan ada 339,4 km jalan kabupaten yang harus dibenahi Dinas PU. Terbagi dalam kecamatan Taba Penanjung, 37,1 km, Karang Tinggi 33,9 km, Talang empat, 20 km, Pagar Jati 91,4 km, Pematang Tiga 25,3 km dan Pondok Kelapa 149,5 km. Dikatakan, untuk pengerjaan jalan dan jembatan yang menjadi fokus utama bidang Bina Marga tahun ini diplot Rp 15 miliar. “Dengan dana sejumlah itu hanya bisa plotkan untuk pengerjaan jalan penghubung dan perkantoran. Ditambah dengan perehaban jembatan yang kondisi saat ini mulai ada yang rusak,” ujar Benni. (cw2)