518 Dosis Vaksin PMK Sudah Disuntikan

BENGKULU, bengkuluekspress.com – 4.000 dosis vaksin impor penyakit mulut dan kuku (PMK) dari Kementerian Pertanian RI yang sudah diterima Provinsi Bengkulu dan sudah disuntik sebanyak 518 dosis vaksin

Saat dikonfirmasi melalui telepon Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Syarkawi membenarkan bahwa saat ini vaksin yang sudah disuntikkan 200 dosis di Kabupaten Kepahiang, 100 dosis di Kabupaten Rejang Lebong dan 218 dosis Kabupaten Bengkulu Selatan .

“Saat ini sudah ada 518 dosis vaksin yang sudah tim kita lakukan penyuntikan dilapangan, yaitu di Kepahiang, Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan,” ungkap Syarkawi, Rabu (29/6).

Untuk saat ini vaksin baru didistribusikan di 4 Kabupaten yaitu Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Seluma dan Bengkulu Selatan. Sedangkan untuk Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Tengah meskipun juga sudah termasuk kedalam wilayah penyebaran PMK, namun belum mendapat jatah vaksin.

Pembagian 4.000 vaksin sendiri tidak dibagi rata untuk setiap kabupaten, melainkan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap kabupaten yang terdapat kasus PMK.

“Namun jika sampai 4 Juni dari vaksin yang sudah disebarkan ke 4 Kabupaten itu masih ada sisa, maka kemungkinan akan kita alihkan ke Kabupaten lain,” ujar Syarkawi.

Syarkawi juga menyampaikan pihaknya akan mengupayakan agar distribusi vaksin nantinya dapat tersebar secara merata di setiap kabupaten, karena saat ini baru tahap pertama pihaknya mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian.

“Kedepan akan dapat vaksin, karena ini yang pertama datang dalam kondisi sangat darurat,” kata Syarkawi.

Vaksin merupakan pembantu sistem kekebalan tubuh ternak untuk melawan virus PMK khususnya pada ternak yang masih dalam kondisi sehat, hal tersebut berbeda dengan antibiotik atau vitamin yang memang berfungsi sebagai obat dan bisa berefek seketika.

“Vaksin ini butuh waktu untuk bekerja, tubuh akan bereaksi untuk membentuk zat kebal yang ditujukan untuk virus itu, sehingga virus yang masuk akan diserang oleh antibodi yang dihasilkan vaksin itu,” tutup Syarkawi.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*