20 Ribu Orang Terpapar Narkoba di Bengkulu

Foto Suary/BE : suasana HANI secara virtual dari Bali, berlokasi di Kantor BNNP Bengkulu

Bengkulu, bengkuluekspress.com – 20 ribu penduduk di Provinsi Bengkulu terindikasi terpapar penyalahgunaan narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional Perwakilan (BNNP) Bengkulu Supratman, S.H. Saat mengikuti acara virtual dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) yang digelar di Bali oleh BNN Pusat, bahwa terjadi peningkatan dari tahun 2019 Bengkulu berada di angka 1,8 prevelensi nasional sedangkan saat ini 1,95%.

Hal ini menurut pihaknya salah satunya karena Bengkulu berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Selatan yang memiliki prevelensi nomor 2 nasional.

“Peningkatan 2019 diangka 1,8% itu angka prevelansi nasional kalo sekarang 1,95%, entry point kita di Kabupaten Rejang Lebong yang berbatasan langsung dengan Sumsel yang prevelensinya nomor dua nasional,” ungkap Supratman, Senin (27/6).

Supratman juga menyampaikan bahwa sesuai dengan tugas, pokok dan fungsi dari BNN perwakilan Bengkulu yaitu melakukan pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba dengan dua pendekatan yaitu softpower dengan melakukan upaya pencegahan, rehabilitasi serta pemberdayaan masyarakat.

Kemudian straetegi hardpower yang didukung smart power dan empowering dalam upaya pemberantasannya, perang terhadap narkoba menurutnya tidak bisa hanya bisa ditangani oleh BNN saja tetapi juga perlu kolaborasi dan sinergitas seluruh pihak.

“Sesuai dengan tupoksi kita yaitu melakukan pemberantasan, pencegahan peredaran Narkoba dengan dua strategi yang pertama softpower salah bentuknya melakukan pencegahan, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat. Kemudian strategi hardpower dan juga didukung strategi smart power dan empowering. Perang terhadap narkoba tidak bisa hanya ditangani oleh BNN saja perlu sinergitas seluruh elemen masyarakat,” jelas Supratman.

Disisi lain Asistem II setda Pemprov Fachriza Razie yang hadir dalam kegiatan HANI tersebut menyampaikan upaya pemberantasan dan pencegahan narkoba harus dimulai dari level terbawah rumah tangga dan Pemprov akan terus bersinergi dan berkolaborasi dengan BNNP bengkulu untuk upaya tersebut.

“Terkait dengan narkotika ini kita harus terus disiplin dari rumah tangga hingga seluruh lapisan, sehingga betul – betul bisa mengantisipasi peredaran Narkotika khususnya wilayah Bengkulu, kita Pemprov bersama akan terus berkolaborasi dengan BNNP Bengkulu,” ujar Fahriza.(CW2/Suary).



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*