1.640 Sampel Swab, Hanya 1 Orang Terpapar Covid-19

Rizki/BE
Tokoh agama mengajak pasien Covid-19 berdoa untuk memohon kesembuhan pada Tuhan

BENGKULU, BE – Lonjakan kasus covid-19 di Provinsi Bengkulu tidak lagi terjadi. Bahkan dari meskipun hasil sampel swab keluar cukup banyak, namun yang terpapar hanya sedikit. Seperti kemarin saja, dari 1.640 sampel swab yang keluar, hanya 1 orang yang dinyatakan terpapar covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, H Herwan Antoni SKM MKes MSi mengatakan, satu orang yang terpapar covid-19 itu, merupakan warga Kota Bengkulu berumur 51 tahun.
“Iya kita keluarkan hasil swab itu mencapai seribu lebih, tapi yang terpapar hanya 1 orang. Artinya, memang kasus covid-19 setiap harinya terus turun di Bengkulu,” ungkap Herwan kepada BE, kemarin (11/10).
Dijelaskanya, selain jumlah yang terpapar setiap harinya cukup sedikit, namun jika dibanding kasus sembuh mengalami peningkatan cukup banyak. Seperti kemarin saja, ada sebanyak 16 orang dinyatakan sembuh setelah menjalakan isolasi mandiri. Atas bertambahnya 16 orang yang sembuh itu, maka sampai saat ini tinggal 46 orang lagi yang masih terpapar covid-19.
“46 orang ini masih berjuang sembuh. Kita doakan, bisa cepat sembuh,” tuturnya.
Jika dilihat pada bulan Oktober ini saja, kasus covid-19 di Provinsi Bengkulu itu, menurut Herwan hanya sebanyak 40 kasus baru. Dalam setiap harinya, penambahan kasus tidak lebih dari 6 kasus. Namun untuk jumlah swab yang dikeluar, sudah lebih dari 5.000 ribu hasil swab.
“Jadi memang drastis sekali penurunannya. Hal ini tentu terjadi, atas kerjasama semua pihak. Namun tetap prokes harus tetap dijalankan. Karena wabah ini belum bisa diprediksi berakhirnya,” tambah Herwan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler SIP MAP mengatakan, atas menurunnya kasus covid-19 itu, tentu aktifitas masyarakat bisa mulai digelar kembali. Seperti belajar tatap muka, menurutnya perlu diterapkan disemua kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Bahkan pihaknya juga sudah sejak awal meminta agar lembaga pendidikan, baik itu perguruan tinggi ataupun SMA/SMK sederajat sudah dapat memulai pembelajaran tatap muka.
“Belajar tatap muka ini silahkan saja diterapkan. Terkait dengan teknisnya, silakan atur yang tentunya harus tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan (Prokes),” ungkap Dempo.
Meski kasus konfirmasi positif Covid-19 cenderung menurun, namun pandemi belum menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir. Maka solusinya harus tetap menerapakan prokes secara ketat bagi pihak lembaga pendidikan dalam penerapan belajar tatap muka. Karena belajar daring sendiri, banyak membebani para orang tua.
“Sebenarnya keluhan ini bukan hanya disampaikan kalangan mahasiswa ataupun siswa saja, tetapi juga orang tua siswa. Maka silahkan terapkan belajar tatap muka, dengan mematuhi prokes,” tutupnya. (151)

 







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*